Aplikom?

Aplikom
Mata kuliah yang berkepanjangan aplikasi komputer,

Pas dulu awal mau ketemu mata kuliah ini nganggepnya ini mata kuliah pembuatan aplikasi komputer.
Ternyata bukan, aplikom lebih ke pengenalan tentang dunia komputer secara general. Membahas dari apa itu komputer sampai apa apa saja yang bisa dikerjaan oleh komputer. Agak kecewa sih awalnya, tapi makin kesini makin ngerti ternyata ini penting. Selain pastinya menambah wawasan, mata kuliah aplikom juga memberikan kita pondasi yang kuat sebelum masuk ke dunia IT yang sebenarnya. Kalian akan tau apa itu ol shop, apa itu B to B, B to C, agile, waterfall, ring lan, dan masih banyak lagi.

Yang lebih membuat lebih bersemangat, aplikom barusan membahas tentang database dan ada banyak sekali yang saya dapat dan bisa langsung saya aplikasikan di pekerjaan saya :D.

Intinya saya sangat beruntung mendapatkan mata kuliah ini. Ditambah dosen pengajar yang sangat kompetitif. 😀

Terima kasih.

Kenapa informatika?

Kenapa informatika?, Kenapa memilih informatika? Kan udah programmer? Kenapa gak nyari ilmu lain? bukannya udah bisa koding? Bukannya sekarang udah jadi senior?

Ya, seperti itulah reaksi teman-teman saya pas saya beritahukan jurusan yang saya ambil di jenjang S1 saya. Banyak orang yang mengira aneh, kolot, gak mau belajar baru. Padahal mereka salah. Justru dengan saya mengambil jurusan yang saya kuasai, saya lebih bisa dengan mudah belajar yang lain. Lah bingung kan?. Akan coba saya jelaskan alasannya satu persatu.

Alasan pertama, mengurangi beban belajar hal baru. Jadi gini, kuliah gak melulu diajarin koding. Pasti ada pelajaran yang lain, macam kalkulus, statistika, bahasa Indonesia, agama dsb. Dengan saya mengambil jurusan teknik informatika saya lebih ada waktu untuk mempelajari mata kuliah sekunder tersebut. Karena untuk mata kuliah yang inti alkhamdulillah tidak ada masalah. Coba bayangkan jika saya mengambil mata kuliah yang bukan saya kuasai. Ambil contohnya diskomvis. Di mata kuliah inti saya mesti belajar keras, mana ada waktu saya mempelajari mata kuliah sekunder kayak kalkulus dkk tersebut, ditambah saya mengambil program kelas karyawan. Dimana kuliah saat sisa-sisa tenaga selepas kerja. Jadi dengan mengambil mata kuliah yang saya kuasai saya rasa sudah sangat tepat. Mata kuliah inti terasa ringan, dan saya punya sisa tenaga untuk mempelajari mata kuliah lain, seperti agama, pkn, isbd, dsb. Yang ternyata, tetap saja banyak yang dapat nilai jelek. Saya gak bisa bayangin kalau kemaren saya ambil bahasa inggris, atau management, atau diskomvis. Mata kuliah intinya jeblok, mata kuliah lain tambah jeblok 😀 .

Alasan kedua karena saya belum jago, saya pengen jadi programmer yang jago, bukan jago koding aja tapi jago yang lebih kearah professional. Jujur saja, saya sebelum kuliah tidak tau apa itu compiler, assembler, pseudo code, algoritma, linked list, bubble sort dan masih banyak lagi. Ya kalau disuruh bikin aplikasi sih saya gak masalah, tapi kalau taunya cuman bikin aja, ya apa bedanya sama buruh kasar. Saya harap dengan menekuni kuliah di jurusan teknik informatika membuat saya tidak hanya jago, tapi juga professional. aamiin.

Alasan ke tiga relasi, Iya relasi, dengan mengambil mata kuliah teknik informatika maka saya punya hubungan dengan calon calon programmer masa depan. Dan saya yakin itu akan sangat membantu saya dikemudian hari. 😀

Sebenarnya ada banyak lagi alasan kenapa saya memilih jurusan informatika yang saya bingung gimana dan mulai dari mana ceritanya, namun dibalik semua alasan alasan tersebut intinya hanya satu, yaitu saya ingin belajar dan jadi manusia yang lebih baik lagi. aamiin.

 

 

Thanks,
NB : Ini tugas aplikom ke 2 / 0615103015

Kesan kuliah di Widyatama

Catatan : Ini tugas 1 untuk mata kuliah aplikom.

Ada banyak sekali yang akan dibahas jika kita berbicara mengenai Widyatama. Sebuah kampus yang bertempat di daerah cikutra bandung. Namun sebelum kita membahas lebih jauh. pertama tama saya ingin menceritakan apa itu widyata menurut versi saya.

Widyatama adalah sebuah kampus yang memiliki program kelas karyawan yang dimulai dari jam 5 sore sampai jam 11 malam. Peserta dari program kelas karyawan sendiri juga bermacam macam. Dulu saya mengira kalau mahasiswa yang mengikuti program kelas karyawan adalah mahasiswa yang memang sudah bekerja di bidang tersebut. Jadi jika kelas karyawan diskomvis, berarti orang orangnya sudah bekerja di bidang desain, jika kelas karyawan TI berarti orang orangnya sudah bekerja di bidang TI (Programmer, sys admin, teknisi). Ternyata bukan, ada banyak macam background bekerjaan dari mereka. Dan saya rasa itu keren. Jadi minimal saya gak ketemu programmer lagi programmer lagi :D.

Karena kelas karyawan, maka untuk peraturan-peraturan sepertinya juga disesuaikan, dulu saya sering diceritakan teman saya, kalau telat 10 menit maka sama dosen disuruh nutup pintu dari luar, tapi tidak disini kami cukup diberi kelonggaran untuk jam masuk, saya sendiri kadang gak telat, kadang telat 10 menit kadang telat 1 jam, malah dulu pernah datang 5 menit setelah mata kuliah selesai. Percaya atau tidak sang dosen tetap memberikan absen masuk pada saya. Memang hal ini sangat membantu. Karena ada banyak kegiatan kantor yang bentrok dengan jam kuliah. Walaupun saya sudah mensosialisasikan kepada komunitas kantor bahwa saya hanya bisa diganggu jam 8-5 sore, tapi ya tetap saja akan ada hal-hal tak terduga yang memaksa saya untuk tetap di kantor dan berangkat lebih telat dari biasanya. Dan bagusnya pihak kampus amat sangat memaklumi masalah ini, bahkan banyak dari dosen yang bilang kalau sudah datang disini (Widyatama) sudah merukapan sesuatu yang sangat hebat buat kami para pekerja. 😀

Sistem pembelajaran Widyatama juga menyenangkan. 50% tatap muka 50% e-learning, Jadi ada beberapa mata kuliah yang tatap muka dan ada beberapa mata kuliah yang menggunakan sistem e-learning. Tapi kadang saya bingung tentang pemilihan mata kuliah yang e-learning. Kalau e-learningnya macam pkn, isbd, agama, atau bahasa indonesia. Itu sih gak masalah, tapi semester ini mata kuliah yang e-learning-kan adalah statistika. Waw, jelas gak ada yang masuk materinya ke saya. Sepertinya memang saya aja yang bego. haha. Tapi saya harap pemilihan mata kuliah yang di-e-learningkan lebih diperhitungkan kembali, karena sistem e-learning sangat tergantung kemandirian kita, kasarnya sih, e-learning itu belajar sendiri. Kalau kita gak bisa ya gak ada yang ngajarin. Kalau statistika, diajarin aja kayaknya saya gak mudeng apalagi gak diajarin, haha.Tapi balik lagi, mungkin saya sendirinya saja yang gak pinter :D.  hahaha

Jadi seperti itu Widyatama menurut versi saya, sangat menyenangkan dan perhatian :D.

Tapi apa kalian tau? dari sekian banyak kelebihan-kelebihan yang telah saya bicarakan, sebenernya yang membuat saya pengen kuliah disini adalah. Uang pendaftaran yang bisa dicicil. 😀 hahahahahaha , Aneh kan? , kampus sudah menggembor-gemborkan kelebihan kelebihan mereka, kampus sudah mengiklankan bahwa juara A juara B, namun ternyata yang bikin tertarik sesimpel “uang pendaftaran yang bisa dicicil”. Mungkin ini terlihat simpel bagi kebanyakan orang, tapi sebenarnya ini merupakan hal besar dan sangat berpengaruh buat kami para pekerja. Karena :

  1.  Dengan adanya cicilan berarti kita bisa mulai kuliah sewaktu waktu.
    Maksud saya, jika saya mengetahui kampus Widyatama ini 3 tahun yang lalu (pertama di Bandung) tentunya saya akan daftar pada saat itu juga. Karena hal yang membuat saya menunda kuliah adalah uang pendaftaran yang senilai lebih dari 10 jta dikebanyakan kampus dengan jurusan teknik informatika. Dan Widyatama mengeliminasi masalah saya tersebut.
  2. Dengan dicicil, maka saya akan lebih sedikit unsur gambling saat saya memulai kuliah sambil kerja. Kenapa gambling? karena kuliah sambil kerja merupakan pengalaman pertama saya. Siapa tahu kalau ternyata saya sangat kualahan dengan kuliah yang dibarengi tugas kantor, jadi jika ternyata 1 semester keluar. Maka saya tidak perlu kehilangan uang 10 juta sebagai pendaftaran. Yang walaupun ternyata saya fine-fine saja dengan keadaan sekarang (kuliah sambil kerja).
  3. Saya menganggap kalau kampus juga menanggung resiko yang sama besar dengan mahasiswanya. Jadi dengan adanya sistem cicilan pendaftaran ini maka tidak akan ada 1 pihak yang terus dirugikan dan 1 pihak yang terus diuntungkan. Semua menanggung beban yang sama. Jika lanjut kampus untung, jika mahasiswa berhenti maka mahasiswa gak rugi rugi amat. 😀
  4. Menghindari niat yang salah saat kuliah, buat para pekerja pemula seperti saya, uang sebesar itu merupakan uang yang sangat amat banyak. Namun terasa ringan jika dibayarkan dengan cara dicicil. Dengan perasaan ringan tersebut maka akan menghilangkan niat salah saat kuliah seperti “Saya kuliah karena terlanjur udah bayar mahal” yang jadinya membuat mahasiswa tidak ikhlas untuk kuliah.
  5. Dan masih banyak lagi.

Ya, kurang lebih seperti itulah. Karena sebagus apapun image kampus jika kami gak sanggup bayar ya gak akan kami pilih, Karena kami adalah kaum pekerja, kaum yang sudah dewasa, kaum yang gak mudah terbujuk dengan iming iming image, kami cukup realistis, apa yang menguntungkan buat kami ya kami ambil kalaupun tidak menguntungkan ya gak kami ambil. Jadi saya merasa sangat beruntung kuliah di kampus Widyatama ini. Diluar biaya yang bisa dicicil 😀 tapi kampusnya juga bukan kampus abal abal, yang bermodal ruko dan papan nama *jleb.

Tapi saya tekankan, dengan adanya sistem cicilan maka tidak akan membuat image Widyatama menjadi buruk, malah saya rasa ini malah tambah bagus. Karena Widyatama mengerti bahwa kami gak akan kerja + kuliah jika kami kebanyakan uang :D. Kami akan lebih memilih kuliah pagi dan malamnya belajar jika kami kebanyakan uang. Intinya ini merupakan hal yang amat sangat keren dari Widyatama. dan Widyatama merupakan kampus yang siap menerima mahasiswa dari kalangan manapun yang haus akan pengetahuan.
Astaga malah curhat.

Thanks Widyatama.
You are awesome !!

Apakah gw akan merekomendasikan Widyatama?
Yajelaslah !! :D. Sekarang aja saya lagi bujuk teman saya buat ikut kuliah bareng saya. Lumayan dapat tebengan berangkat kuliah :D.

Oh iyaaa, buat kalian yang mau daftar di Widyatama, bilang aja dari saya Yusuf Afandi / 0615103015. <- maksud terselubung. hahaha

A race between turtle and rabbit

The rabbit taunt the turtle, a slow turtle.
“did you ever reach your destination?” the rabbit said.
“yes i did” the turtle said “and i would reach my destination faster than you imagine” the turtle said again.
“why we not create a race?  and look who faster between us? you or me?” the turtle said again and the rabbit had been felt funny and happy. the rabbit approve the race.

the fox be a referee.

At the sunday morning, the game begin.
Rabbit running very fast after game started. The rabbit left turtle very far away.
At the middle of the race, the rabbit is sleeping at the bottom of tree, cz the rabbit felt that  it will win the game very easyly.
meanwhile, at the far away, the turtle walk calmly and slowly  until the turtle pass the sleeping rabbit.
After turtle reached the finish line, the rabbit wake up  and sprinted with a full speed but the rabbit still lose and can not beat the rabbit.

Git di unity3d ? (Share pengalaman)

unity and git
unity and git


Pendahuluan (Aslinya curhat)

Buat kalian para pengguna unity. Pasti kalian pernah ngalamin masa masa sulit dimana gak ada angin gak ada hujan gak ada badai tau-tau project error dan hasilnya ZONK.
Yap gw pernah ngalamin hal itu, dan sebagai konsekuensinya gw harus ngulangin project dari awal dari 0, yang tadinya rencanyan besok beres, berubah jadi sebulan lagi beres.
Belajar dari pengalaman itu, gw coba rajin rajinin buat backup project. Caranya? Gw copy projectnya, gw kasih tanggal. baru ngerjain hal yang riskan (misal import plugin baru).
Dan apa yang terjadi? Project gw yang maunya sizenya hanya 2GB bisa bengkak sampai 20-50 GB , Ya sangat boros memory, karena gw nerapin cara paling gak efisien di abad ini buat backing up project. Namun karena ketidak tahuan gw, gw terus aja lakuin cara tersebut sampai akhirnya suatu ketika hardisk gw bad sector. WTF . Seperti yang kalian kira.  gw cuman bisa menangis menyesali kebodohan gw yang percaya sepenuhnya akan kemampuan hardisk gw, Sebenernya sebelum itu gw sempet kepikiran buat backup ke gdrive atau dropbox, tapi gak jadi karena layanan tersebut freenya hanya 2gb buat dropbox 16 GB buat gdrive jadi ya sudahlah, backup lokal saja.

Setelah kejadian bad sector, gw jadi mikir  “Metode back up gw salah besar nih, ini gak nyeleseiin masalah, tapi malah tambah nyari masalah”. Setelah browsing lama lama lama, ada salah satu temen yang ngusulin “git CUP, kalau mau backup aman banget”. “hah git?” gw heran, karena gw hanya programmer gadungan jadi gw gak tau git itu apa. Buat penjelasannya bisa googling sendiri aja.
Setelah nyoba nyoba nyoba. Gw ngerasa seperti orang terbodoh di dunia, “Demn kemana aja 2 tahun ini gw ngoding, yang bahkan alat sekeren ini gw gak tau” , ya git itu keren , git itu owsom, git is live, git is love. Serius! dengan metode resetnya git bikin gw lebih berani bereksplorasi di unity. Kalian pasti kepikiran kan saat import plugin baru dan mikir “Anjis, kompatibel gak nih ya project nya?, cobain ah” dan ternyata zonk, banyak class yang conflict, code merah dimana2 mana, dan ternyata emang pluginnya yang sampah dan hanya berisi code error doang. Pusing kan? dengan git hal itu gak akan bikin kita pusing. Karena  kalau ternyata abis import project error. tinggal ketik aja .

dan Viola !!. project bersih seperti sebelum import plugin error. 😀
Dan yang keren lagi, kita bisa dengan mudah backup project di cloud (internet) dengan mudah :D.

Buat kalian yang males googling dan pengen tau keunggulan git di unity (programming lain bisa sih).
Ini gw kasih list – list keunggulannya (sejauh ini yang gw tau)

Git memiliki sistem commit di projectnya.
Commit itu kalau di game ibaratnya kayak save game. Misal ada sebelum bos kita save game dulu. dan ternyata kalau lawan bos jadi mati, yaudah tinggal load game aja, jadi gak perlu ngulang dari awal permainan. Nah seperti itu cara kerja commit. commit di git sistemnya seperti men save log kerjaan kita kerjaan kita. bukan sekedar save file, git lebih mencatat juga file yang dihapus apa, file yang ditambah apa, file yang dimodif apa, jadi kalau kita mau import plugin riskan, tinggal commit aja dulu, biar lebih aman :D.

Git memiliki fitur –reset.
Kalau commit diibaratin save game, reset disini diibaratin sebagai load gamenya, jadi kalau tau2 project merah semua, gak bisa jalan, ya tinggal reset aja ke state terakhir dimana project dicommit  :D. Saat project di reset, maka project akan kembali seperti saat commit (save), file-file yang gak sengaja dihapus, diubah, dipindah akan balik seperti semula dan hal itu akan membuat project kita kembali aman saat kita commit :D.

Gampang upload dan share ke temen.
Banyak sekali layanan git server yang menawarkan jasa cloud project gratis, dimana user bisa upload project di internet, lalu saat sewaktu waktu pc meledak, tinggal download aja di komputer lain. Dan kalau di git namanya clone, clone itu mengambil file kita di cloud yang nantinya akan di kerjakan di komputer lokal. kalau mau share ke temen, tinggal kasih aja url gitnya biar dia bisa clone project kita :D.

Size file gak akan segede gaban
Kalau sebelumnya gw punya project sizenya 2gb di backup 10 kali jadi 20 gb. dengan git project gw 120x commit sizenya dari 1.5gb cumman benkak jadi 1.7gb. Karena git tidak mengandakan mentah mentah file kita. Git hanya mencatat perubahan perubahan dari file kita.

Nah seperti itu sih kira kira, pengalaman gw mengenai git.
Pada tulisan selanjutnya, gw akan coba bikin tutorial untuk setting git di unity dan menguploadnya di bitbucket atau github .

Semoga gak males nulis.

Aamiin